Berzakat Menyucikan Harta dan Jiwa

Sahabat bagi anda yang ingin sucikan harta atau jiwa anda dengan berzakat maka anda kembali bersih.  Ini masih cerita tentang keramaian dan kedamaian Ramadhan, bulan suci yang menyucikan. Kita semua ditentukan beberapa hal saat masih dalam kandungan. Ada jodoh, ada pula rezeki. Rezeki ini terus berputar setiap harinya menemani pergantian usaha kita dan naik-turunnya keimanan kita. terkadang jadi cobaan kebahagiaan, terkadang pula rezeki harta menjadi ujian saat kita mengalami kekurangan di sana-sini. Bersyukurlah bagi Anda yang diberi kecukupan harta hingga sekarang. Bersyukur bukan hanya karena kehidupan diri dan keluarga sedikit terjaga, akan tetapi juga karena diberi kesempatan lebih untuk menyucikan jiwa, dengan harta. Sekali lagi, Ramadhan diberikan sebagai kesempatan emas menyucikan harta lagi menabung rida Allah demi rezeki yang lebih banyak dan bermakna setelah Fitri nanti.

Tak ada orang beriman yang tidak mempercayai nikmat luar biasa mengeluarkan zakat Fitrah. Zakat khusus yang hanya ada di bulan suci ini selalu menjadi kesempatan emas dan tak ternilai harganya bagi setiap mukmin yang berniat menyucikan hartanya. Kepercayaan bahwa rezeki Allah (termasuk yang melekat pada diri) sejatinya berguna bagi semesta alam dan seluruh makhluk adalah landasan inti dari keinginan untuk berbagi. Dalam bentuk zakat Fitrah, sebagian kecil dari jumlah nominal keseluruhan harta yang ada. Ya, kurang lebih 3 (tiga) kilogram bahan makanan pokok sebagai bentuk zakat Fitrah akan sangat terasa bagi orang-orang yang benar membutuhkannya. Bagi mereka, itu  bisa saja terasa bagaikan mendapatkan harta melimpah yang jarang didapatkan dalam keseharian usahanya.

Ketika rezeki dibagikan untuk semua makhluk Allah, maka berarti semua memiliki hak yang sama untuk berbagi. Salah satu tujuan utama pembayaran zakat Fitrah ini sejatinya adalah bahwa kita (orang-orang yang berharta dan tergolong wajib berzakat) belajar memahami dan mengerti adanya hak-hak orang fakir-miskin yang tersimpan di dalam harta yang sudah kita kumpulkan selama hampir setahun penuh itu. Di dalam harta-harta itu ada hak anak-anak yatim, ada hak-hak musafir, hak-hak para mujahidin, para amil zakat, hak-hak kaum pengungsi dan tertindas, serta hak orang-orang yang setiap hari sepanjang tahun kelaparan.

Dan lagi, kita diwajibkan menahan lapar dan haus selama sebulan penuh tiada lain (juga) untuk menyadari bahwa hal semacam itulah yang dirasakan oleh sebagian orang di lingkungan kita yang kurang beruntung bahkan untuk mencukupkan kebutuhan nasi keluarganya setiap hari. Selalu ada harta orang-orang ini di dalam harta kita sekarang. Maka alangkah mulianya Agama ini menunjukkan kita cara yang paling manusiawi dalam menyucikan harta dan mengutuhkan berkahnya.

Ketika kesempatan emas diberikan kepada kita untuk membayar zakat Fitrah sebelum takbir salat Ied dikumandangkan, maka tiada lain yang didapatkan oleh pemberinya beserta keluarganya adalah ketenangan jiwa yang bersumber dari disucikannya harta. Kita juga bisa kembali bermustajab bahwa pada hakikatnya harta adalah pemberian yang tidak kekal, bisa dikurangi bisa pula dilipatgandakan, sesuai apa yang telah diridhai oleh Allah atas kita dan keluarga kita.

1 Syawal 1431 H nanti akan menjadi waktu penentuan dan titik balik kehidupan baru kita yang terus berlanjut hingga saat yang ditentukan. Apakah kita menjadi pribadi yang meningkat atau menurun, beruntung atau merugi, dan juga semakin diberkahi dengan rezeki atau semakin dikurangi rezekinya. Serangkaian puasa, tarawih, i’tikaf, qiyamul lail, tadaruz, dan zakat Fitrah diamanatkan kepada kita guna menyempurnakan diri kita di depan Allah. Tinggal sekarang pilihan jatuh ke tangan kita, mau mengambil nikmat-nikmat itu atau tidak.

Karena bagaimanapun, ketika kehidupan kita berlanjut, kewajiban-kewajiban seperti berbagi dengan kaum fakir atau menyucikan harta dengan cara mulia lain akan terus membayangi kita, hamba yang mencari kemenangan di dunia dan kemenangan di akhirat.

Sahabat Marilah kita bersedekah untuk program pemberdayaan anak yatim dhuafa agar kita terhindar dari kesedihan dan ke kesulitan hidup karna InsyaAllah dengan bersedekah Allah akan memudahkan langkah hidup kita. Mari salurkan Zakat Infaq dan sedekah anda ke BCA : 7835039412, Mandiri : 135 009 755 7555, an Yayasan Bina Dhuafa, atau anda bisa mengisi form donasi terlebih dahulu di http://binadhuafa.org/

SILAHKAN ANDA SHARE ARTIKEL BERIKUT INI !

    Comments are closed.