Cerita Anak Yatim dan Hikmahnya

Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah bersabda :”Dan barangsiapa yang membelaikan tangannya pada kepala anak yatim di hari Assyura, maka Allah Ta’ala mengangkat derajat orang tersebut untuk untuk satu helai rambut satu derajat. Dan barangsiapa memberikan (makan dan minum) untuk berbuka bagi orang mukmin pada malam Asyuro, maka orang tersebut seperti memberikan makanan kepada seluruh umat Muhammad SAW dalam keadaan kenyang semuanya.”

Hadist tersebut merupakan bagian dari pembelajaran Rasulullah kepada para sahabatnya ketika beliau memberikan perhatian yang lebih terhadap seorang anak yatim yang bersedih dihari Idul Fitri dikarenakan ia tiada memiliki keluarga untuk merayakan hari kemenangan tersebut dalam kebersamaan. Sekilas cerita anak yatim yang tergambarkan dalam hadist tersebut memberikan pembelajaran kepada kita selaku muslim bahwa sesungguhnya memuliakan seorang anak yatim adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah mengibaratkan bahwa belaian seorang muslim terhadap anak yatim akan digantikan oleh Allah dengan derajat yang tinggi dengan atas kehendakNya. Baik derajat di dunia maupun diakhirat dengan atas kehendak Allah, karena hanya Dialah Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mencurahkan Anugerah kepada siapapun yang dikehendakiNya.

Banyak cerita anak yatim dan pembelajaran dalam AlQur’an maupun Hadist yang dapat memberikan kita inspirasi sekaligus ghirah untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah dengan atas kehendakNya. Mengapa dengan atas kehendakNya? Sebab sesungguhnya tiadalah diri ini mampu beribadah kepada Allah kecuali Dialah yang mencurahkan cahayaNya kepada lahir dan bathin kita sehingga kita mampu beribadah kepadaNya. Mengasihi anak yatim adalah bagian dari ibadah kepada Allah yang harus kita lakukan pula dengan penuh kesadaran bahwasanya tindakan  tersebut hanya kita lakukan semata Allah. Tiadalah kita mampu mengasihi anak yatim kecuali dengan atas sorot kekuatan dariNya. Dialah Allah Rabb Sang Pemilik Semesta, Tuhan Rasulullah, Tuhan para Nabi dan Rasul, Tuhan para Malaikat, Tuhan Yang Menguasai Langit dan Bumi, Tuhan Yang Menggenggam hati, pikir dan gerak manusia.

Sepenggal cerita anak yatim diatas, sesungguhnya adalah bagian pembelajaran dari Allah yang Dia perjalankan kepada RasulNya nan mulia termuliakan. Semua adalah bagian dari dinamika kehidupan dan penghidupan yang Allah terapkan di bumiNya sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaanNya nan tak terhinggakan dengan atas kehendakNya. Manusia, tak terkecuali anak yatim, adalah makhlukNya yang tiada memiliki daya apapun kecuali dengan atas sorot cahaya kebesaranNya. Dialah Allah yang berhak untuk menaikkan derajat siapapun yang dikehendakiNya. Jika kita mengasihi anak yatim tanpa kesadaran tersebut, niscaya semua hanya akan menjadi ibadah yang sia-sia, laksana buih di lautan karena sesungguhnya bukanlah anak yatim yang akan memberikan jalan kita menuju surge, namun hanya Sang Pemilik Surgalah, Allah ‘Azza wa Jalla yang berhak menentukan surga dan neraka bagi manusia. Oleh sebab itu, kasihilah anak yatim dengan semata Allah dan dengan kesadaran bahwasanya apa yang kita perbuat sesungguhnya adalah bagian dari alur kehendakNya yang telah tertetapkan sejak azali di kitab Lauhil MahfudzNya.

Rekening Donasi Infaq dan Sedekah Yayasan Bina Dhuafa

Bank BCA : 78 350 394 12 A.n Mahmudi
Mandiri : 135 009 755 7555 A.n Yayasan Bina Dhuafa
Bank BNI : 315 755 7552 A.n Yayasan Bina Dhuafa

BRI :014 201 005 931 535 A.n Yayasan Bina Dhuafa

Bank Muamalat : 505 000 3954

Konfirmasi Donasi ke : 081 315 755 755

SILAHKAN ANDA SHARE ARTIKEL BERIKUT INI !

    Comments are closed.