Kisah Anak Yatim

Anak yatim adalah seorang anak yang tak lagi memiliki seorang ayah, karena telah berpulang menghadap Allah SWT. Perlu diketahui bahwa Allah SWT dan Rasulullah SAW sangat memuliakan anak yatim. Maka jangan pernah memandang hina mereka. Membuka tangan dan membagi rezeki kita pada mereka tidak akan membuat kita jatuh miskin,bahkan sebaliknya. Berderet berkah telah menanti, beban kita diangkat oleh Allah,kesulitan kita dimudahkan,hati tentram dan rezeki pun menjadi barokah.

Selama kita masih dipercaya oleh Allah untuk menerima rezeki yang lebih dari mereka, jangan segan dan sudah semestinya untuk mensedekahkan sebagian rezeki kita untuk mereka. Ketika Allah memberikan sebagian rezeki Nya kepada kita secara lebih, maka sesungguhnya terbawa pula sebagian rezeki untuk para anak yatim. Tidak perlu menanti saat Ramadhan tiba untuk membahagiakan anak yatim, tetapi alangkah baiknya ketika rezeki berlebih terdatangkan, kita langsung menyisihkan sebagian untuk mensejahterakan mereka.

Kisah tentang seorang Janda dan Anak Yatim Pembawa Barokah

Ada kisah tentang anak yatim dan janda pada sebuah hadist, dimana perlu kita renungkan bersama. Dalam kisah tersebut diceritakan ada seorang janda dan beberapa anak perempunnya yang masih keturunan Alawi. Suatu ketika, janda tersebut membawa anak-anaknya pergi untuk mengungsi karena khawatir mendapat perlakuan tidak baik dari musuh. Ia memasukkan anak-anaknya ke dalam masjid yang kosong, karena cuaca begitu dingin saat itu. Melihat anak-anaknya yang kelaparan maka ia keluar masjid untuk mencari makanan.

Di tengah perjalanan dia bertemu seorang Syaikh muslim yang terkemuka di daerahnya. Dia pun menceritakan apa yang kini dialaminya dan anak – anaknya. Namun, sangat disayangkan bukan belas kasih dan bantuan yang ditawarkan tetapi permintaan akan sebuah bukti bahwa janda tersebut adalah keturunan Alawi. Wanita itu pun menjawab bahwa dirinya hanyalah seorang yang merantau dan belum mengenal seorang pun di daerah tersebut. Akhirnya, Syaikh itu pun pergi meninggalkannya karena sang wanita tak mampu menunjukkan bukti dan saksi bahwa dia adalah keturunan Alawi dan anak – anaknya benar seorang anak yatim.

Wanita itu pun melanjutkan perjalanannya, dan ia bertemu kembali dengan seorang muslim Majusi. Sama halnya ketika dia bertemu dengan Syaikh tadi, dia pun menceritakan keadaanya pada seorang Majusi itu. Tak disangka, ternyata orang Majusi tersebut menyuruh istrinya untuk menjemput para anak yatim keturunan dari janda tersebut untuk dibawa ke rumah mereka. Janda dan anak – anaknya tersebut dimintanya untuk tinggal serta diberi pakaian dan makanan yang cukup.

Syaikh Muslim yang tak peduli dengan wanita itu mendapati mimpi yang mencengangkan. Mimpinya seolah menggambarkan ketika kiamat terjadi. Dalam mimpinya ia melihat gedung yang begitu indah,dengan rangkaian berlian yang menyilaukan. Kemudian Ia pun bertanya pada Rasulullah SAW:”untuk siapakah gedung ini?” kemudian Rasul SAW bersabda:”untuk orang muslim yang bertauhid.” Lalu syaikh ini menjawab:”saya muslim yang bertauhid.” Rasul SAW berkata:”Kemukakan bukti dan saksi bahwa engkau adalah seorang muslim yang bertauhid.” Syaikh ini kebingungan… Lantas Rasul SAW bersabda:”Sebagaimana ketika engkau didatangi seorang janda Alawi,engkau meminta bukti dan saksi padanya, maka sekarang engkau buktikan bahwa engkau benar seorang Muslim!” Syaikh ini pun terbangun dari mimpinya dan ia sangat sedih serta menyesal karena telah menyianyiakan janda Alawi tersebut.

Keesokan harinya Syaikh ini sibuk berkeliling mencari wanita dan anak yatim Alawi tersebut. Hingga akhirnya dia diberitahu bahwa wanita Alawi beserta anak – anaknya tersebut tinggal di rumah seorang Majusi. Syaikh ini pun mendatangi orang Majusi tersebut dan meminta agar menyerahkan janda dan para anak yatim tersebut pada dirinya. Bahkan Syaikh itu pun berkata akan membayar seribu dinar untuk mendapatkannya. Namun, orang Majusi tersebut menolak dan tak ingin menyerahkannya. Semua itu karena mimpi yang mendatanginya semalam, mimpi yang memperlihatkan sebuah gedung yang sama dalam mimpi Syaikh tersebut.

Majusi itu berkata:”Gedung yang kau lihat itu dibangun untukku.Janda itu telah menunjukkanku pada Islam. Demi Allah,tidaklah aku tertidur tadi malam,melainkan aku dan keluargaku telah masuk Islam diatas tangan perempuan yang mulia ini.” Syaikh ini berpaling sambil membawa rasa kecewa yang ukurannya tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT, karena telah menyiakan pintu surge yang dibawa oleh seorang anak yatim.

Rekening Donasi untuk program pemberdayaan anak yatim dan dhuafa

Bank BCA : 78 350 394 12 A.n Mahmudi
Mandiri : 135 009 755 7555 A.n Yayasan Bina Dhuafa
Bank BNI : 315 755 7552 A.n Yayasan Bina Dhuafa
BRI :014 201 005 931 535 A.n Yayasan Bina Dhuafa

Konfirmasi Donasi ke : 081 315 755 755

SILAHKAN ANDA SHARE ARTIKEL BERIKUT INI !

    Comments are closed.