Tata Cara Wakaf Tanah

Diantara tata cara berwakaf tanah adalah sebagai berikut dan bagi anda yang ingin berwakaf tanah silahkan hubungi bina dhuafa, kami siap menerima wakaf tanah anda untuk kebutuhan pendidikan anak dyatim dhuafa seperti pembuatan asrama yatim, pendirian sekolah dll. wakaf Benda tidak bergerak yang dapat diwakafkan yaitu: Hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan peundang-undangan yang berlaku, baik yang sudah maupun yang belum terdaftar. Bangunan atau bagian bangunan yang berdiri di atas tanah, Tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah, Hak milik atas satuan rumah susun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku., Benda tidak bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(Pasal 16 ayat 2, UU No. 41 tahun 2004)

Tata cara perwakafan tanah milik secara berurutan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Perorangan atau badan hukum yang mewakafkan tanah hak miliknya (sebagai calon wakif) diharuskan datang sendiri di hadapan PPAIW untuk melaksanakan Ikrar Wakaf
2. Calon wakif sebelum mengikrarkan wakaf, terlebih dahulu menyerahkan kepada PPAIW, surat-surat
sebagai berikut :

a. Sertifikat hak milik atau tanda bukti kepemilikan tanah;
b. Surat Keterangan Kepala Desa diperkuat oleh Camat setempat mengenai kebenaran pemilikan tanah dan tidak dalam sengketa;
c. Surat Keterangan pendaftaran tanah;
d. Ijin Bupati/Walikotamadya c.q. Sub Direktorat Agraria setempat, hal ini terutama dalam rangka tata kota atau master plan city.

3. PPAIW meneliiti surat-surat dan syarat-syarat, apakah sudah memenuhi untuk pelepasan hak atas tanah (untuk diwakafkan), meneliti saksi-saksi dan mengesahkan susunan nadzir.

4. Dihadapan PPAIW dan dua orang saksi, wakif mengikrarkan atau mengucapkan kehendak wakaf itu kepada nadzir yang telah disahkan.

Ikrar wakaf tersebut diucapkan dengan jelas, tegas dan dituangkan dalam bentuk tertulis (ikrar wakaf bentuk W.1). Sedangkan bagi yang tidak bisa mengucapkan (misalnya bisu) maka dapat menyatakan kehendaknya dengan suatu isyarat dan kemudian mengisi blanko dengan bentuk W.1.

Apabila wakif itu sendiri tidak dapat menghadap Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), maka wakif dapat membuat ikrar secara tertulis dengan persetujuan dari Kandepag yang mewilayahi tanah wakaf dan kemudian surat atau naskah tersebut dibacakan dihadapan nadzir setelah mendapat persetujuan dari Kandepag dan semua yang hadir dalam upacara ikrar wakaf tersebut ikut menandatangani Ikrar Wakaf (bentuk W.1).

5. PPAIW segera membuat Akta Ikrar Wakaf (bentuk W.2) rangjkap empat dengan dibubuhi materi menurut ketentuan yang berlaku dan selanjutnya, selambat-lambatnya satu bulan dibuat ikrar wakaf, tiap-tiap lembar harus telah dikirim dengan pengaturan pendistribusiannya sebagai berikut:

a. Akta Ikrar Wakaf :

1) Lembar pertama disimpan PPAIW
2) Lembar kedua sebagai lampiran surat permohonan pendaftaran tanah wakaf ke kantor Subdit Agraria setempat (W.7)
3) Lembar ketiga untuk Pengadilan Agama setempat

b. Salinan Akta Ikrar Wakaf :

1) Lembar pertama untuk wakif
2) lembar kedua untuk nadzir
3) lembar ketiga untuk Kandep. Agama Kabupatan/Kotamadya
4) lembar keempat untuk Kepala Desa setempat.

Disamping telah membuat Akta, PPAIW mencatat dalam Daftar Akta Ikrar Wakaf (bentuk W.4) dan menyimpannya bersama aktanya dengan baik.

4 Komentar

  1. Subhan June 26, 2012 at 9:32 pm

    Assalamu’alaikum

    Kepada Pengurus Bina Dhuafa saya H.Subhan di Medan saya berniat untuk mewakafkan tanah saya seluas 1000 M2 bagaimana caranya

    • Bambang Ardiantoro July 21, 2012 at 6:22 am

      Ykh Bp H Subhan, perkenankan kami haturkan jazakumullah khairan katsir atas niat Bapak yang akan mewakafkan tanah tsb. Untuk wujudkan niat tsb, mohon Bapak (sebagai wakif) bersama penerima wakaf (sebagai nadhir) berkenan datang ke KUA Kecamatan tempat tanah Bapak berada, ungkapkan niat agar segera diproses oleh Kepala KUA tsb dengan membawa syarat (surat tanah, KTP, SPPT PBB dll), setelah memperoleh semua form dari KUA (W1, W2, W3, W5, W7=Pengantar) maka mohon semua syarat dibawa ke Kantor Pertanahan (BPN) setempat (misal Kota Medan) untuk proses Sertifikasi Tanah Wakaf. Semua biaya Rp0 menurut ketentuan (dari Kemenag juga dari BPN). Semoga info awal ini manfaat. Wassalam, Bambang 085267976987

  2. edi purwanto September 17, 2012 at 10:19 am

    Ass. Pak mohon dapat diberikan saran terhadap keinginan saya untuk dapat mewakafkan tanah kurang lebih seluas 357 M untuk sarana ibadah atau masjid. Beberapa hari yang lalu saya membeli tanah seluas 300 M dan yg menjual berniat ikut wakaf sehingga tanah sekarang menjadi seluas 357 M. (lokasi di Tirtomoyo, Wonogiri), kami bermaksud untuk mewakafkan tanah tersebut untuk masjid atau sarana ibadah. Tetapi ada beberapa hal yg belum bisa saya laksanakan peraturannya seperti pewakaf harus mensertifikatkan tanah dulu baru bisa diwakafkan, padahal kami baru saja membayar tanah dan belum ada dana untuk balik nama atau membuat sertifikat. Pertanyaan saya apakah harus membuat sertifikat kepemilikan dulu baru bisa mewakafkan? Bisa tidak dengan surat keterangan dari aparat setempat saja seperti RT, RW, Lurah dan Camat tanpa balik nama dengan sertifikat baru karena biayanya agak cukup lumayan? Terima kasih …Was.

  3. umi June 8, 2013 at 12:32 am

    kami ingin mewakafkan tanah SHM, tetapi segala pengurusan surat dan lain-lain kami pasrah. saya ingin menyerahkan sertifikat saja monggo seterusnya diselesaikan oleh pihak penerima wakaf. mohon penjelasan. terima kasih.